Nama : Fanzira Nur Islani Tanjung
NIM : 1807016044
Kelas : Psikologi 4B
Univ : UIN Walisongo Semarang
Akhir tahun lalu, seluruh penjuru dunia dihebohkan oleh munculnya
virus yang bernama Covid 19 atau yang disebut Corona. Virus Corona pertama kali
ditemukan di Wuhan, Cina. Virus ini menyebabkan penyakit dengan gejala yang berbeda,
menyebar bahkan membunuh seseorang yang mengindapnya. Seseorang yang terpapar
oleh virus ini memiliki gejala yang sulit dibedakan dengan flu biasa. Adapaun
gejala yang akan timbul adalah demam, batuk bahkan sesak napas. Menurut
penelitian, gejala ini akan timbul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu. Virus
Corona sendiri diketahui menyebar dengan cepat, ke seluruh daerah Cina, bahkan
sampai luar negeri sekalipun.
Di Indonesia sendiri, virus ini sudah menyebabkan korban
berjatuhan. Banyak orang yang berupaya untuk mencegah virus ini. Mencuci
tangan, menggunakan masker bahkan mengisolasi diri. Masyarakat merasa cemas
terhadap virus yang menggegerkan seluruh dunia. Selain menyebabkan kematian,
virus ini juga berdampak ke banyak hal.Seluruh penjuru kota, bahkan akses jalan
juga ditutup demi mencegah penyebaran virus. Banyak kegiatan harus ditunda
sampai waktu yang tidak ditentukan. Tidak diadakan shalat jum’at untuk sementara
waktu, bahkan sekolah, universitas dan perusahaan pun diliburkan.
Berbicara tentang diliburkannya beberapa lembaga, selaku mahasiswa,
kita harus mengerti tentang keadaan. Untuk mencegah penyebaran Covid-19,
terpaksa pihak kampus membuat ketentuan yaitu mengubah sistem belajar bagi
mahasiswanya melalui sistem belajar online.
Kampus dibiarkan kosong, bahkan mahasiswa tidak diperbolehkan masuk ke
area kampus. Semua aktifitas kampus dilaksanakan secara online, dan acara yang
telah di rencanakan juga ditunda. Tentu saja hal ini sangat berpengaruh pada
mahasiswa. Selain mengisolasi diri, mahasiswa juga mengikuti kuliah melalui
sistem online. Presentasi sampai ujian skripsi dilaksanakan online dan tidak
ada tatap muka secara langsung. Awalnya mahasiswa mampu melaksanakan hal
tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, mahasiswa terus menerus diberikan
tugas. Ditambah tengah menjalani ujian tengah semester, membuat tingkat stress
mahasiswa menjadi meningkat. Stres adalah sesuatu kondisi ketegangan yang menciptakan
adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis yang mempengaruhi emosi, proses
berpikir, dan kondisi seorang karyawan. Adapun gejala stress yang biasanya
timbul adalah sulit berkonsentrasi, emosi yang kurang stabil, mudah frustasi
dan merasa kesepian.
Mengenai stress, sangat diperlukan sebuah tindakan yaitu coping
stress. Coping stress sendiri adalah suatu perbuatan dimana seseorang melakukan
interaksi dengan lingkungan sekitarnya dengan tujuan mengurangi bahkan
menghilangkan stress yang timbul. Kegiatan tersebut sangat beragam. Namun, saya
sebagai penulis, akan fokus ke dalam bagaimana mahasiswa melakukan coping
stress dalam melawan Covid-19.
Dibawah ini merupakan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan oleh
mahasiswa untuk mengurangi tingkat stress dalam melawan Covid-19 :
1. Menambahkan
Humor
Dengan adanya kuliah online dan tugas yang semakin menambah tentu
saja membuat mahasiswa semakin stress. Oleh karena itu, Anda harus menambahkan
selera humor Anda. Hal ini bisa dilakukan dengan menonton televisi, drama dan
lain sebagainya. Dengan adanya humor yang semakin meningkat, tentu saja dapat
mengurangi gejala stress yang akan timbul. Tapi ingat, jangan sepelekan tugas
dan jangan terlalu lama menonton televisi atau drama, Anda harus ingat ada
kewajiban yang belum Anda lakukan, yaitu mengerjakan tugas kuliah yang sudah
menanti.
2. Berkebun
Rupanya kegiatan ini adalah kegiatan yang menyenangkan. Selain
menyenangkan, berkebun juga memberikan banyak manfaat, seperti : berolah raga
dan berjemur. Tidak perlu jauh-jauh untuk berkebun, jika di belakang rumah Anda
terdapat tanah yang cukup, Anda bisa menanami beberapa tanaman di ladang
tersebut. Anda bisa menanam buah-buahan, sayur-sayuran, bahkan apotek hidup.
3. Berinteraksi
dengan sekitar
Meskipun tidak diperbolehkan keluar rumah, ketika sedang
mengisolasi diri, tentu saja Anda tidak boleh menghentikan interaksi bersama
orang-orang tersayang. Anda hanya perlu menyapa mereka dengan melalui media
sosial seperti Whatsapp, Instagram dan lain sebagainya. Anda juga bisa berbagi
cerita tentang apa yang Anda rasakan, dan itu juga berpengaruh dalam tingkat
stress yang Anda rasakan. Dijamin, Anda tidak akan kesepian!
4. Menyicil
tugas sedikit demi sedikit
Merupakan kesalahan besar bagi mahasiswa, ketika menyepelekan tugas
ditengah deadline yang menumpuk. Kebanyakan mahasiswa mengerjakan tugas kuliah,
dengan sistem kebut semalam. Hal itu tentu saja tidak benar. Alangkah lebih
baiknya, menyicil sedikit demi sedikit tugas yang sudah diberikan oleh dosen.
Hal ini akan berpengaruh pada tingkat stress yang timbul, dan pekerjaan menjadi
lebih ringan.
5. Berkreasi
di dapur atau memasak
Untuk seseorang yang memiliki hobi memasak, Anda bisa melakukan
aktivitas ini. Anda bisa berkreasi memasak sesuatu untuk Anda nikmati bersama
keluarga. Selain menghasilkan makanan yang lezat, Anda juga bisa lebih
produktif dalam mengurangi stress. Dari pada membeli masakan di luar, lebih
baik mencoba memasaknya bukan?
Selain melalui tindakan coping stress di atas, Anda juga bisa
melakukan terapi sesuai keagamaan, misalnya membaca Al-Qur’an, bersyukur,
mendengarkan murottal dan bergaul dengan orang orang positif.
Sebagaimana dalam surah Al Maidah ayat 69, Allah memerintahkan para
umatnya untuk tidak terlalu
stress dalam menjalani hidup.
مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
“ siapa saja (diantara mereka)
yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan beramal saleh, maka tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS
Al-Maidah: 69)
Diatas, merupakan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan dalam
mengurangi stress saat melawan Covid-19. Diharapkan, semoga kita tetap
diberikan kesehatan baik fisik maupun psikis ditengah maraknya virus ini. Selalui
bahagia, dan di rumah saja. Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar